Double Standard

by kqer

double standard is the unjust application of different sets of principles for similar situations. – Wikipedia

Definisi double standard ini terdengar sangat simple dan mungkin kamu yang sedang membaca ini juga menganggap remeh. Tapi justru karena double standard ini menurut saya sudah mulai menjadi semacam dilemma bagi banyak orang, hanya saja mereka tidak sadar.

Let me give you an example to make this clear :

Kemarin salah seorang teman dekat saya bercerita di kondisi jalan yang macet, dia sangat kesal dengan pengendara sepeda motor [luckily now he’s driving a car]. Dia menyalahkan pengendara motor yang tidak mau tahu dan suka seenaknya sendiri. Kemudian dia juga mulai berpikir pada diri sendiri, mengingat masa lampau saat dia masih mengendarai motor. Dulu dia juga kesal pada pengendara mobil. Satu situasi yang sama, kondisi jalan yang macet, tapi beda pemikiran dari dua sudut pandang. That’s Double Standard.

Actually, this double standard could be a serious problem when it comes to bias or discrimination. Kita menjadi berat sebelah hanya karena kebanyakan kita memosisikan diri kita pada satu sudut pandang saja dan (the ugly truth is), double standard ini juga bisa terjadi di berbagai aspek dalam kehidupan.

Why don’t you share what you think about double standard? or maybe you’ve experienced it yourself?