Belajar Dari Si Rata-Rata

by kqer

Mungkin beberapa dari Anda pernah mendengar bahwa orang-orang yang pintar justru tidak dapat menemukan diri mereka sesukses teman-teman mereka yang sedang-sedang saja. Baru kali ini saya menyadari pemikiran ini ada benarnya. Dan kebetulan sekali saya menyadarinya hari ini.

Pagi tadi saya bersama teman saya mengunjungi salah satu event Job Expo dimana sejumlah perusahaan besar membuka stan pameran untuk merekrut mahasiswa yang baru lulus kuliah. Persyaratan untuk melamar sangat bervariasi, sama seperti yang mudah kita temukan pada halaman lowongan pekerjaan di koran-koran lokal. Saya meluangkan waktu untuk membaca booklet yang berisi lowongan pekerjaan yang ada dan persyaratannya.

Sebelumnya ada baiknya saya mengingatkan bahwa tulisan ini saya buat secara objektif. Saya mencoba melihat hal ini sebagai pihak luar dan sebaiknya Anda juga demikian. Hal pertama yang terlintas di kepala saya saat membaca persyaratan indeks prestasi minimal adalah ‘saya tidak merasa tertantang.’ Saya memiliki indeks prestasi yang lebih tinggi dari yang disyaratkan sehingga sepintas saya menganggap remeh lowongan tersebut. Jika kebetulan Anda adalah salah satu orang yang juga sempat berpikir begitu, Anda akan mengerti apa yang saya maksudkan.

Masalah utamanya adalah anggap remeh ini muncul karena adanya si monster kecil bernama sombong dalam diri tiap orang dan yang terkadang bobotnya lebih besar dalam diri orang yang berprestasi. Coba Anda lihat orang sekeliling Anda. Justru yang orang-orang yang prestasinya sedang-sedang saja yang lebih sukses dari yang berprestasi sangat baik. Orang-orang seperti itu menyadari kekurangannya dan mau berusaha keras untuk mengatasi kekurangannya. Karena kekurangannya, mereka lebih sering menemui kesulitan, bergelut menghadapinya, dan menyelesaikannya. Dan mungkin tidak terhitung lagi berapa kali kegagalan yang mereka tanggung pula. Di pihak lain, si pintar mungkin  lebih jarang menemui kesulitan karena ia mampu mengatasi masalah-masalah yang ada dengan mudah [dan juga lebih sedikit hal yang dipelajarinya selama proses].

Saya bukan mau menghakimi orang-orang pintar pada nantinya akan kalah sukses, namun saya berusaha mengingatkan Anda yang pintar untuk tidak menganggap remeh semua hal karena (sekali lagi) Anda pintar. Coba resapi semua proses sebelum mencapai hasil. Pelajari hal-hal kecil yang biasa Anda anggap remeh. Dan terutama belajar dari kerja keras orang-orang yang tidak sepintar Anda.