Tanah & kekasihnya, Hujan

by kqer

Merindukan tiap tetes air hujan
Meresap, merayap ke tiap celah
Dulunya menyejukkan, menyegarkan
Memuaskan dahaga

Sekarang diliput rasa takut ia pergi tak kembali
Awan hitam tak kunjung tampak
Yang menggiring hujan, sayangku pergi
Tak ada gairah, kering seperti mati

Tak ingin bersama kaum bunga
Cantik namun tak tersentuh
Mungkin menjadi rumput, menunggu bersama tanah
Karena disitulah pada akhirnya hujan jatuh