Siapa Namamu?

by kqer

Orang-orang memanggilku bayangan
Kau menamaiku cinta
Kita lupa kapan pertama kali bertemu
Tapi kita tak terpisahkan
Layaknya detik mengikuti menit, menit mengikuti jam

Kau berdiri menghadap si pencatat waktu
saat rindu menerjang, agar bayangan tetap memanjang
Lelah dan air bening di kening jatuh berlomba-lomba pada pipi seperti air mata

Dalam waktu 3 bulan kau bentuk hati dalam rongga dada yang sudah retak
Menghidupkan kembali bayangan berbadan manusia
hingga mengisi jarak diantara jari-jarimu
membalas senyumanmu seperti sedang bercermin
selalu menciummu seperti kesetanan

Bayangan selalu menggerutu dan mengumpat pada
naskah-naskah tak berjudul yang menggerogotinya
Mereka tak bedanya belatung pemakan mayat busuk
Kau diam dan mendengar — tak pernah marah

Orang-orang memanggilku bayangan
Kau menamaiku cinta
Sekali-kali ucapkan namamu dengan lantang
karena semua bayangan punya tuan yang bernama
Ia juga akan setia pada tuannya