[Puisi] Retakan

by kqer

Jika guntur yang mengoyak langit

dan usia yang menggoreskan waktu

Ia tahu itu semua, kecuali yang di hadapannya

 

Bertahun silam,

kain demi kain tua dikoyak

Cengkraman kuat gadis-gadis perawan pada kayu ranjang

 

Bertahan sekuat mungkin,

menutup mata, mengatup rahang

Darah mengalir dari setiap luka yang menganga

 

Pipi merah merona berubah putih

Sekarang di sana ia tinggal sendiri

Tinggal meretak, meretas